Inventarisasi Artefak Museum Sigienjai

DATA BASE SEJARAH DAN PURBAKALA PROVINSI JAMBI (ARTEFAK) MUSEUM SIGIENJAI

Artefak adalah Benda-Benda Peninggalan Sejarah yang pada dasarnya merupakan hasil karya atau hasil modifikasi tangan manusia dan dalam posisi dapat dipindahkan.

No
Foto Koleksi

No.Inv

Nama
Uraian Singkat
Ket
1. T.1

 

Gong
Perunggu
Berasal dari cina abad 12 yang diberikan Raja cina kepada pembesar kerajaan melayu diberikan di Muaro Jambi. Ditemukan di Komplek Percandian diCandi Kembar Batu menurut penelitian berasal dari Dynasti Song
2. 04.02 Arca
Dipalaksmi
Merupakan arca hindu bahan perunggu yang menentukan pada haluan kapal, sebagai dewi penunjuk jalan. Ditemukan di Koto Kandis Tanjung Jabung Timur tahun 1981. Dinamakan Dipalaksmi, karena memegang lampu (Dipa) Dipalaksmi adalah satu pantheon dalam kebudayaan Hindu. Diperkirakan pada abad ke 12-13 M
3. T.2 Fragmen
Tangan Arca
Fragmen tangan budha abad ke 11 yang terbuat dari batu basal, ditemukan di Muara Jambi tahun 1993. Frafmen tangan sebagai persembahan dalam pembuatan candi untuk dimuliakan sebagai budha Amoghasiddi.
 –
4. 04.103 Arca Budha
Arca kecil ini ditemukan di situs Rantau Limau Manis, Kec. Tabir Kab. Sarolangun ditemukan tahu 1975 awalnya seluruh permukaan arca dilapisi oleh emas namun karat-karatnya korosi. Arca ini digunakan sebagai alat meditasi dalam persem-bayangan umat Budha. Diperkirakan dibuat sekitar abad ke 8-9 M.
 –
5. 04.102 Arca Budha
Arca Budha perunggu ditemukan di Rantau Limau Manis Kec. Tabir Kab Sarolangun ditemukan masyarakat tahun 1975 posisi arca dibentuk duduk bersemedi arca ini digunakan sebagai alat meditasi dalam persem-bayangan umat Budha . Arca ini diperkirakan abad ke 8-9 M.
 –
6. 04.125 Lonceng/ Genta
Terbuat dari kuningan diperkirakan, merupakan benda peninggalan Hindu sekitar abad 14 ditemukan di Tanjung Jabung Timur
 –
7. 04.99 Arca Avalokiteswara
Ditemukan di Sungai Rambut Kec. Nipah Panjang Tanjung Jabung Timur. Posisi arca Abhangga, dibagian belakang terdapat prabavali berupa lingkaran lidah api, arca ini bertangan empat keadaan tangan keropos. Arca ini digunakan sebagai alat meditasi dalam persembayangan umat Budha. Arca ini diperkirakan dibuat abad ke 8 atau 9 M.
 –
8. 04.94

 

Arca
Avalokiteswara
Bahan perunggu berlapis emas ditemukan di di Rantau Kapas Tuo Kab. Batanghari tahun 1992. Arca dewa bertangan empat ini dalam keadaan relative utuh tangan bagian kiri belakang telapak tangannya hilang patah kena cangkul pada saat ditemukan dan sudah disambung. Arca ini diperkirakan dibuat sekitar abad 10-12 M. Digunakan sebagai alat
persembayangan bagi umat Budha.
 –
9. 04.93

 

Arca Avalokiteswara

 

Arca Avolokiteswara bahan perunggu berlapis emas ditemukan Di Rantau Kapas Tuo Kab. Batanghari. Berlapis emas,pada bagian paha terdapat motif kepala harimau, ditemukan tahun 1992 pada abad sekita abad ke 7-8 M.

 –
10.

04.97

 

 

Sabuk
Emas
Ditemukan di desa Limbur Kab. Tanjung Jabung Timur kadar emasnya 18 dan 20 karat,terbuat dari sambungan ribuan cincin-cincin kecil yang terikat menjadi satu. Emas sendiri banyak dihasilkan melalui penambangan di tepi sungai Batanghari hingga sekarang, terutama daerah pedalaman pada aliran Sungai Batanghari yaitu Bungo dan Merangin.tahun 1997. Dibuat sekitar abad ke 12 M
 –
11. 04.98

 

Kalung
Emas

Ditemukan di Desa Limbur I Kab.Tajung Jabung Timur, seluruhnya terbuat dari emas 18 karat kecil masih terikat ujungnya. Kalung ini ditemukan tahun 1994 oleh seorang wanita saat akan membersihkan ladangnya dari timbunan abu gambut. Pemerintah memberi imbalan seharga emas dan ditambah uang sebagai tanda terima kasih karena telah karena telah menyerahkannya kepada Negara. Dibuat sekitar abad 12 M

12. 04.100

 

 Arca Avalokiteswara

 

Bahan perunggu asal (Situs Rantau Limau Manis),  Kec. Tabir Kab. Sarolangun pada tahun 1975.19 posisi berdiri tegak dan sikap dwibangga menyerong kekiri diatas lapik padmaganda, sisa pada punggung dengan rambut dipilin membentuk jalamakuta dan diatas dahi terdapat relief amithaba. Arca dan lapik lepas permukaan terkena korasi. Arca memakai jubah yg diselempangkan dibahu kiri ikat pinggang yg kedua ujungnya terjuntai hingga pada. Arca ini dibuat sekitar abad 8-9 M dan digunakan sebagai alat untuk bersemeditasi dalam persembayangan umat Budha.

13. 04.101

 

Arca
Avalokiteswara

Bahan dari perunggu Ditemukan didaerah Rantau limau manis Kecamatan Tabir Kabupaten Sarolangun pada tahun 1975 di tepian sungai Tabir.

 –
14. 07.02

 

Tanduk Kerbau beraksara incung

 

Naskah mempunyai 8 baris kata, berisikan tentang ketaatan penduduk terhadap pemimpinnya  Naskah ini menggunakan aksara incung dan berbahasa Melayu Kerinci. Naskah Incung merupakan turunan dari tulisan Palawa. Naskah ini diperkirakan
dibuat sekitar abad ke 16-18 M.

 –
15. 07.07

 

Bambu beraksara incung

 

Pada awal tulisan terdapat aksara arab, tulisan ini  sudah mendapat pengaruh islam,
berisi tentang syair 
(mantra)

DATA BASE SEJARAH DAN PURBAKALA PROVINSI JAMBI (ARTEFAK) MUSEUM SIGIENJAI

Comments

comments