Pers Conference Kedua Perayaan Waisak Umat Budha se-Sumatera 2562 BE / 2018

Panitia pelaksanaan perayaan waisak umat budha se-Sumatera 2562 BE / 2018 mengadakan Pers Conference pada sabtu pagi 26 Mei 2018 dimana pada kesempatan tersebut panitia menjelaskan lebih detail mengenai kegiatan yang akan dilakukan pada puncak perayaan waisak umat buddha se-Sumatera.

Kegiatan akan diawali dengan membacakan doa untuk keselamatan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa-doa dari beberapa tradisi/aliran yang telah dirangkai agar semua aliran/tradisi dapat terakomodir, setelah acara pembacaan doa-doa akan dilanjutkan dengan sendra Tari Atissa dimana sendra Tari Atissa ini akan menceritakan perjalanan seorang guru besar dari India yang mencari ajaran tertinggi bodhi citta, yang ternyata berada di Jambi Candi Muarojambi dan berguru dengan seorang guru yang bernama Serlingpa Dharmakirti  yang merupakan Keturunan Syailendra, asli Indonesia. Puncak acara waisak ini yaitu pada pukul 21:19:13 WIB dimana bulan mencapai bentuk dengan sempurna yang disebut dengan purnamasidhi, dan akan diakhiri  dengan festival pelepasan lampion sebanyak 1.000(seribu) buah.

Pada kesempatan tersebut, panitia juga menjelaskan lebih lanjut prosesi yang telah dilaksanakan sebelum puncak acara perayaan waisak pada selasa 29 Mei 2018 di komplek Percandian Muarojambi di Kabupaten Muaro Jambi, panitia telah melakukan pengambilan air suci yang diambil di danau tertinggi di Asia Tenggara yaitu di Danau Gunung Tujuh di Kabupaten Kerinci yaitu wilayah bagian paling barat dari Provinsi Jambi, dan air suci tersebut  sekarang di semayamkan di vihara untuk didoakan, dan akan digunakan untuk blessing pada puncak acara tersebut, air suci ini melambangkan kesucian, ketenangan, dimana kita semua diharapkan dapat memiliki jiwa seperti air yang bisa bersikap tenang dalam menghadapi setiap persoalan dan permasalahan sehingga dapat menghindari perseteruan/pertengkaran agar kita bisa hidup dengan damai sesuai dengan tema waisak yang di angkat tahun ini yaitu HARMONI DALAM KEBHINNEKAAN UNTUK MEMPERKOKOH KEUTUHAN BANGSA.

Pada sabtu, 26 Mei 2018 panitia pelaksanaan perayaan waisak umat buddha se-Sumatera 2562 BE / 2018 akan melanjutkan dengan mengambil api abadi di Sungai Gelam, dimana tujuan pengambilan api abadi nantinya akan digunakan untuk  menyalakan lilin panca warna, yang terdiri dari  :

  1. Biru adalah warna rambut sang budha melambangkan bakti dan pengabdian.
  2. Kuning adalah warna kulit sang budha, melambangkan kebijaksanaan.
  3. Merah adalah warna darah sang budha melambangkan cinta kasih.
  4. Putih adalah warna tulang dan gigi sang budha melambangkan kesucian.
  5. Orange adalah warna tapak tangan, tapak kaki dan bibir sang budha melambangkan semangat.

Dengan api abadi ini, diharapkan dapat menghancurkan dan meleburkan semua permasalahan bangsa dan negara sehingga persoalan dan permasalahan yang menimpa bangsa kita dapat segera selesai.

Comments

comments

Author: Bg Bowo

Founder & Developers Explore Jambi

Share This Post On